Selama 28 Tahun Menabung Untuk Naik Haji

Kegigihan kedua pasangan yang sudah lansia ini yang bertekad ingin berangkat haji walaupun faktor ekonomi tidak memadai yang terlihat seperti apa adanya, tapi mereka tak pantang menyerah inilah kegigihan dari sebuah keyakinan, 

Menunaikan ibadah haji tentu menjadi dambaan dan harapan semua umat Islam. Tidak hanya orang yang kaya, orang miskin pun pasti ingin pergi ke Tanah Suci. Seorang nenek buruh tani di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mampu pergi haji, setelah mengumpulkan upah kerja selama puluhan tahun.

Nenek berusia 64 tahun bernama Altum itu adalah warga Desa Kolomayan, Kecataman Wonodadi, Kabupaten blitar. Setiap hari, ia harus bekerja keras mengumpulkan uang untuk memenuhi harapan dan cita-citanya beribadah haji.

Meski usianya sudah uzur, Altum tetap giat bekerja sebagai buruh. Seperti hari ini, Altum menjadi buruh mengupas jagung milik tetangganya yang dititipkan di rumahnya.

Meski setiap hari harus bekerja keras, tidak ada kata mengeluh yang terucap dari bibir Altum ini. Demi terwujudnya cita-cita yang mulia, yakni mampu beribadah haji ke Tanah Suci, ia harus mengumpulkan uang selama puluhan tahun. Sebab, upah sebagai buruh tani tidak seberapa. Namun, karena tekadnya yang kuat, harapan Altum tercapai.

“Saya menabung selama 28 tahun dari hasil buruh tani milik tetangga, terkadang juga menanam padi di lahan belakang rumah,” kata Altum.

Anak-anak Altum mendukung dengan memberikan doa dan semangat. Ekonomi keluarga Altum pas-pasan. Namun, anak-anak Altum tetap yakin keinginan luhur dari ibunya tercapai. Keluarga juga berharap agar Altum selalu diberi kesehatan nanti di Tanah Suci, sehingga dapat melaksanakan semua rukun haji dan menjadi haji yang mabrur.

Altum mengantre selama lima tahun untuk dapat pergi ke Tanah Suci tahun ini. Ia dengan suaminya, Moh Ibrahim, 70 tahun, dikarunia lima anak, yang sudah mempunyai 12 cucu dan 9 cicit.

0 Response to "Selama 28 Tahun Menabung Untuk Naik Haji"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.